PANGGIL AKU KARTINI!

19 Apr 2009

Siapakah aku, yang terlahir menjadi perempuan? Atau tertakdirkan menjadi perempuan?

Siapakah aku, yang lahir menjadi mahluk perasa, kali ini jangan sebut cengeng! Karna aku tak pernah ingin menjadi cengeng meskipun jujur aku harus mengakui airmata ini kerap turun bila tak semua mau ku menjadi kenyataan, bila lelaki ku memarahi ku atas nama cinta

Siapakah aku, yang bernafas di dunia ini dengan paru-paru yang lemah menghirup oksigen dengan susah payah akibat kelainan jantung yang aku derita berminggu-minggu hanya dalam ruang perawatan rumah sakit demi membuat hidupku tersambung sedikit lebih lama

Siapakah aku, yang harus tumbuh dan hidup dengan keterbatasan diri masa kecil penuh proteksi oleh kedua orangtua ku hanya karna mereka tak ingin aku lebih sering berkunjung ke rumah sakit ketimbang ke kebun binatang yang paling aku sukai

Siapakah aku, remaja yang ingin berbuat bebas seperti mereka layaknya penuh bunga cinta namun aku sadar aku bukan siapa-siapa bila tak mengukir prestasi.. Aku harus belajar lebih banyak lagi dari kemarin, karna aku tak ingin wanita lemah seperti aku ini mati tergilas persaingan hidup dengan yang lain kondisi fisik ku tak memungkinkan aku untuk melakukan banyak hal di dunia ini. Jelas aku harus punya kelebihan yang bisa aku andalkan untuk kehidupan ku..

Siapakah aku, perempuan yang lulus dengan nilai cum laude namun tak segampang itu untuk mencari nafkah.. berjuang penuh upaya, bersaing dengan debu jalanan dan trotoar dari kantor ke kantor membawa map dan berpakaian rapih..? namun tak satupun yang menerima aku hanya karna jantung ku bermasalah. Oh, adilkah??

Siapakah aku, yang akhirnya hanya ingin mandiri tanpa harus mengemis pada kedua orang tua ku. Memulai usaha sedikit demi sedikit, mengalahkan susah nya mengerjakan tugas kuliah di waktu dulu pernah suatu ketika saat aku ingin menyerah, kalah dan menangis saat tak satupun yang memberikan aku kepercayaan untuk usaha, saat tak satupun pria yang sudi menambatkan cinta nya untuk ku, saat ibu ku pun harus pergi karna waktunya di dunia ini sudah berbatas semua itu seperti tikaman tiada henti menghujam di dada ku.

Siapakah aku, yang saat itu 21 April dan sosok Kartini pun muncul dalam berbagai peringatan seremonial. Ntah mengapa akupun mencoba menelusuri tentang Kartini dan perjalanan hidupnya di masa lampau. Dan ratusan sosok wanita lainnya yang hidup setelah Kartini telah menjadi seorang tokoh insiratif bagi dunia perempuan. Mereka semua bisa, mereka semua mampu kenapa aku mesti menyerah? Mengapa aku ingin berhenti disini? Sedang masih banyak hal yang bisa aku lakukan di dunia ini

Siapakah aku, yang akhirnya mencoba untuk bangkit dan melawan kerasnya hidup perlahan dan penuh doa aku melangkah mengikuti kata hati ku untuk bisnis kecil-kecilan. Untung dan rugi pasti pernah kulewati, dan setiap hal adalah pelajaran yang berharga bagi ku.. namun kekuatan usaha bersama doa yang kupanjatkan terus menerus membuat dunia itu benar seperti roda dalam putaran hidup ku hidup yang menginjak-injak tulang ku perlahan mengangkat ku menjadi lebih baik

Siapakah aku, saat usaha kecil ku berkembang pesat dan membantu ratusan teman-teman ku yang lain untuk menggantungkan hidup mereka di usaha ini semakin ku bersemangat untuk tetap bertahan disaat itu pula aku bertemu dengan seorang pria yang percaya bahwa aku mampu menjadi istrinya dan akhirnya ia menjadi ayah dari anak-anak ku

Siapakah aku, seorang perempuan yang tak sempurna, pekerja, istri dan satu lagi peran yang paling mulia ku anggap di muka bumi ini yaitu ibu dimata anak-anak ku hanya sebuah impian yang sederhana yang aku miliki hingga saat ini, bahwa aku akan beranjak meninggalkan senja menuju usia ku yang semakin tua dengan cinta dan dukungan oleh orang-orang yang ada disekitar ku.

Siapakah aku, saat keriput ini tak terelakkan lagi dan kendali usaha pun sudah di tangan cucu semua bilang aku sukses, aku berhasil namun aku hanya tersenyum getir bahwa dulu pernah disuatu masa, aku ingin menggantungkan hidup ku pada seutas tali yang bergantung di kusen pintu kamar tidur ku namun kisah Kartini, dan ratusan kartini lain mampu mengubah kelemahan ku menjadi sumber kekuatan ku.

Siapakah aku? Sudah lah tak perlu tau siapa aku, teman saat ini aku hanya ingin dipanggil Kartini. Meskipun namaku terlahir bukan itu. Ya, saat ini aku hanya berharap bahwa kelak semua yang mengenalku akan mengingat aku sebagai salah satu Kartini. Dan itu cukup bagi ku.


TAGS perempuan Kartini


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post