• 19

    Apr

    PANGGIL AKU KARTINI!

    Siapakah aku, yang terlahir menjadi perempuan? Atau tertakdirkan menjadi perempuan? Siapakah aku, yang lahir menjadi mahluk perasa, kali ini jangan sebut cengeng! Karna aku tak pernah ingin menjadi cengeng meskipun jujur aku harus mengakui airmata ini kerap turun bila tak semua mau ku menjadi kenyataan, bila lelaki ku memarahi ku atas nama cinta Siapakah aku, yang bernafas di dunia ini dengan paru-paru yang lemah menghirup oksigen dengan susah payah akibat kelainan jantung yang aku derita berminggu-minggu hanya dalam ruang perawatan rumah sakit demi membuat hidupku tersambung sedikit lebih lama Siapakah aku, yang harus tumbuh dan hidup dengan keterbatasan diri masa kecil penuh proteksi oleh kedua orangtua ku hanya karna mereka tak ingin aku lebih sering berkunjung ke rumah sakit ketimban
  • 5

    Feb

    (kita pernah emosi...)

    Kekasih, hapuslah airmata mu tak sanggup aku menatap tetesan air menghujami hati ku jelaskan padaku luka apa dalam jiwamu karna tak pernah aku berharap engkau bersedih kekasih, hapuslah amarah dan bersabarlah! aku mengerti kita mungkin terlalu takut saling kehilangan. Ahk waktu ini semakin berharga bagi kita ya, lelaki ku?? (sebuah perbincangan tanpa waktu….)
  • 30

    Jan

    ( the pray... )

    Ntah apa yang menjadi pemikiran ku saat ini. Semua terasa berputar dalam kandang otak sempit penuh kerusuhan di dalamnya. Awalnya aku ingin menyesal terlahir ke dunia ini. Aku menyesal menjadi salah satu penghuni bumi yang penuh sesak dengan kebaikan dan KEJAHATAN, kejujuran dan KEBOHONGAN, ketulusan dan KEMUNAFIKAN ahk, aku tak pernah percaya sekian lama menjadi bagian partikel di alam ini. Sekian lama waktu aku menapakkan langkah kaki ku yang lemah ini, mencoba hidup, bertahan dan berjalan tertatih dengan segala daya aku lakukan untuk bangkit kala siksaan hidup kurasakan tak pernah berakhir untuk hari-hari ku.. Awalnya aku ingin marah, bertanya pada sang Pencipta, kenapa Kau munculkan aku disini, Tuhan?? Tidakkah ada lebih banyak lagi benih manusia yang lain yang ingin mampir di tempat
  • 20

    Jan

    (menunggumu)

    Aku menunggumu, disudut kaki langit dalam pecahan ungu, cahaya pelangi Aku tau kau tak mungkin datang pasti karna disana badai tak jua reda . Tahun berganti Pelangi masih seperti dulu warna ungu yang selalu ku suka Disaat senja, namun kau tak datang lagi ..kini Lensa ku tak melihat ungu semburat jingga yang mengingatkan aku Pada indahnya cinta kita mungkin kini saatnya aku yang pergi!
  • 14

    Jan

    (tentang: Lelaki Ku..!)

    duuuhh… Lelaki Ku…!! LELAKI KU…. Cinta ini membutakan aku, sayang tapi aku bahagia, buta karna dengan begitu aku merasakan diri mu
  • 2

    Jan

    inilah cinta ku, wanita!

    Terlalu sering hati ini bicara… berkoar-koar tentang cinta dan perjuangan laksana mulut yang dipenuhi busa-busa asmara dan buih rayuan picisan Dan ntah mengapa telinga ini begitu bodohnya, memberikan waktu mendengar ungkapan tolol tentang mencinta laksana dewi purnama yang singgah diujung pelabuhan Ahk, selalu saja engkau lemah… berpuluh nafas mendengus nakal diseputar leher mu, mengucap cinta yang tak pernah terbit hingga fajar… karna waktunya yang sekedar pada tetesan surga di dalam botol-botol rapuh… Dan masih tak kau pedulikan uluran tanganku yang membawamu pulang atau bahu yang ku relakan agar agar kau bersandar saat mata mu terpejam rapat dalam gumam Aku tak punya cinta yang mampu ak
  • 25

    Dec

    Surat untuk Bunda (FOUR)

      Yah, begitulah seterusnya akupun melakoni peran panggilan ini berganti-ganti.. dan sekian lama waktu berlalu, semua uang itupun aku kumpulkan ditabungan yang baru aku buka diam-diam tanpa sepengetahuan ibu.. setelah uang itu cukup dan malah sedikit berlebih, aku akhirnya memutuskan untuk berhenti dan memberitahukan pada ibu bahwa tak lama lagi beliau dapat menjalani operasi ibu kaget dan menanyakan dari mana aku memperoleh biaya sebanyak itu.. namun sekali lagi aku terpaksa berbohong dengan mengatakan ini adalah hasil kerja lemburku dan sebagian besar pemberian dari keluarga Sarah serta Diah.. Berbekal surat miskin yang diurus di kantor kelurahan, akhirnya kami mendapat kepastian bahwa jadwal operasi ibu bisa dilakukan lusa, dan untuk itu ibu sudah harus di rumah sakit besok menjal
  • 19

    Dec

    Surat untuk Bunda (ONE)

    Hmmmhh.. berat bagiku untuk memulai cerita ini kisah hidup yang mungkin tak ada seorang anak pun di dunia ini yang menginginkan nasib yang sama seperti diriku Sepeninggalnya ayahku bertahun-tahun yang lalu akibat penyakit radang paru-paru yang menahun membuat perekonomian keluargaku yang pas-pasan ini semakin morat marit tak menentu.. aku yang masih remaja tanggung dengan 3 orang adikku yang masih kecil-kecil jelas merupakan beban yang berat bagi ibuku. Namun beliau penuh kasih sayang tak pernah lelah berusaha untuk membanting tulang mencari nafkah bagi biaya hidup kami sehari-hari dan sekolah ku serta dua orang adikku yang masih di bangku Sekolah Dasar. Berbagai pekerjaan telah dilakoni oleh ibuku Mulai dari berjualan sayur mayur keliling, namun terpaksa berhenti karena kompleks perumah
  • 5

    Dec

    Jangan Sakiti Anakku..! part: FOUR

      Beberapa bulan setelah Wulan lulus kuliah dan untuk sementara bekerja memegang salah satu butik milik mama nya, Arif pun melamar Wulan untuk menjadi istrinya Ratih sebagai orang tua Wulan amat sangat berbahagia dengan pernikahan mereka. Malam terakhir Wulan sebelum menikah, Hera, Ayu dan Sekar sengaja menginap di rumah Wulan. Mereka berniat membantu sahabatnya itu untuk mempersiapkan acara pernikahan besok termasuk menjadi panitia penerima tamu nantinya.. Sambil ngobrol-ngobrol penuh rasa bahagia mereka saling becanda penuh tawa.. sambil memasangkan inai di jari-jari tangan Wulan, Hera bertanya pada Wulan Lan, kamu beneran yakin dengan keputusan ini? Apa tidak terlalu cepat perkenalan kalian yang blom ada 2 tahun ini untuk menikah esok? Dengan sedikit keheranan, Wulan bertanya kemb
  • 3

    Dec

    Jangan Sakiti Anakku..! part: THREE

    Persahabatan Wulan dan Hera yang telah terjalin sekian lama membuat semua kebiasaan mereka untuk saling menunjukkan kedekatan mungkin terlihat aneh dimata orang-orang lain.. namun begitulah adanya, bila Hera kadang mencium pipi Wulan ataupun Wulan yang sering tidur memeluk Hera sudah dirasakan hal yang biasa bagi mereka berdua.. mungkin karena usia Hera yang beda hampir setahun itu yang sering membuat Wulan merasa seperti adiknya Hera. Karna terkadang Wulan yang termasuk anak cerdas dalam akademiknya seolah membutuhkan sosok dewasa lain selain ibunya. Dan ini bisa ia dapatkan dari Hera.. 30 menit di jalan yang lumayan sepi karna hari minggu ini, Wulan telah sampai di rumahnya ibu Suprapti. Setelah dibukakan pagar oleh pembantunya, Wulan pun bergegas turun sambil membawa 2 potong kebaya r
  • 1

    Dec

    Jangan Sakiti Anakku..! part: TWO

    Hehehe masih lom kepikiran aja tante klo udah punya pacar malah makin repot banyak aturan segala jawab Hera mencari-cari alesan Gak berapa lama Wulan pun muncul diantara mereka Sorry lama Her, nyari-nyari anting dulu niy.. aku lupa nyimpen dimana sambut Wulan sedikit merasa bersalah Tuh kaan, makanya naroh anting yang bener.. jangan diberantakin.. tapi gpp deh, sekarang kamu udah cantik kok ucap Hera sambil memandang penuh perasaan pada Wulan Ahk, kamu ini bisa aja kalo godain orang.. Wulan sedikit manyun sambil tersipu malu Mah, aku pergi jalan dulu ya sama Hera.. pulangnya pasti telat deh, gak usah ditungguin.. tapi ntar Hera juga nginep disini kok mah Wulan kemudian pamit pada mama nya Ya sudah, kalian hati-hati dijalan ya sayang mama gak pernah melarang kalian untuk pergi ke disk
  • 28

    Nov

    Jangan Sakiti Anakku..! part: ONE

    Plak.. Plaakk!!! 2 buah tamparan mendarat di pipi Ratih Mas maafin aku Ratih meratap pada Aryo, suami nya.. Nih, makan tuh maaf kamu dasar perempuan sialan! Gak pernah becus kerja! sambut Aryo dengan melemparkan asbak berisi puntung-puntung rokoknya pada Ratih, sehingga berhamburan lah semua abu rokok kemana-mana. Kembali Ratih menjerit mengaduh, karena asbak tersebut tepat mengenai paha kanan nya Apa kamu gak ngerti juga yah, aku paling gak suka masakan hambar seperti ini! Aku jadi heran, apa sih yang bisa diandalin dari kamu? Ngurusin rumah aja gak beres!! Monyet !!! capek2 pulang kerja hanya ini makanan di rumah!! Aryo bukannya sadar, malah semakin menjadi-jadi menyakiti Ratih. Peristiwa itu tak hanya sekali atau dua kali.. namun 8 tahun mereka menikah Aryo hampir setiap saat mempe
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post