• 19

    Apr

    PANGGIL AKU KARTINI!

    Siapakah aku, yang terlahir menjadi perempuan? Atau tertakdirkan menjadi perempuan? Siapakah aku, yang lahir menjadi mahluk perasa, kali ini jangan sebut cengeng! Karna aku tak pernah ingin menjadi cengeng meskipun jujur aku harus mengakui airmata ini kerap turun bila tak semua mau ku menjadi kenyataan, bila lelaki ku memarahi ku atas nama cinta Siapakah aku, yang bernafas di dunia ini dengan paru-paru yang lemah menghirup oksigen dengan susah payah akibat kelainan jantung yang aku derita berminggu-minggu hanya dalam ruang perawatan rumah sakit demi membuat hidupku tersambung sedikit lebih lama Siapakah aku, yang harus tumbuh dan hidup dengan keterbatasan diri masa kecil penuh proteksi oleh kedua orangtua ku hanya karna mereka tak ingin aku lebih sering berkunjung ke rumah sakit ketimban
  • 11

    Feb

    Award karna attitude??

    Rasa-rasanya jantung ini mo copot pas 2 minggu yang lalu miss medusa berkelana ke blog para sahabatnya dan nemuin postingan award: Triple Award & Butterfly Award di blog nya Richa yang imut-imut kayak komik jepang itu Keterbatasan otak si gothic ini mikir serius membuat dirinya gak pernah tau kalo award ini sebenarnya untuk para bloggers yang : Who has great attitude and gratitude. Diserahin award ini diantara 10 sahabat bloggersnya Richa membuat aku terkagum-kagum tak menentu jadinya gimana enggak, boro-boro ngerasa punya attitude, ngerasa cantik sopan aja masih jauh dari harapan dehh. ( *sambil terkenang-kenang saat2 indah ngeledekkin si eeeyyyyaaaang dan my lovely best friend taplaaaaakkk.. ) apalage gratitude?? Weks, jauh banged dari pasaran kaleeee tapi aku gak tega juga siy,
  • 16

    Jan

    (something's happen to me..)

    Cinta, aku hampir lupa dan tak mengenali dirimu lagi terlalu lama aku meninggalkan rupa dan indahnya paras mu. namun cinta, sesaat ini kau hadir kembali Kau menyentuh aku dengan bahasa yang tak terjamah kerinduan. seolah kita mencari, dan kehilangan. Cinta, bila kau menyapa pagi ku dan mengantar lelapku hingga jiwa kita seolah menyatu dalam jarak yang bermakna apa ini mampu kita lewati? “Sepertinya cinta tak pernah singgah lama, seperti hari kemarin membuat aku tak ingin menikmati cinta lagi. Apakah ini rasa takut bagi ku” Cinta, hiduplah engkau dalam diri ku Bernyawalah engkau di dalam sana Tumbuhkan jiwa mu dalam jiwa ku
  • 6

    Jan

    Maaakk... PR ku ketinggalaaan...!!

    Lagi asik-asiknya ngupil ngeteh aku dikagetkan dengan kenyataan bahwa ternyata masih ada PR yang belom dikerjain sumpah, gak heran kalo ternyata miss Maureen gak naek kelas maklum, PR udah setahun lamanya baru mo ditulis hiks sungguh banyak dosa-dosa ku pada kedua orang tua ku, udah kerja banting-banting cyperus tulang taunya duwit SPP cuma dipake nongkrong ngopi-ngopi doang Duh, emaaakkk mahap kan anakmu yang jelita ini yaa aku janji menebus PR ini demi diri mu, dan kepuwasan temen-temen bloggers yang sukses menelanjangi kepolosan isi otak ku yang sama sekali minus pengetahuan tentang data diri mu Sekali lagi teman, harap dimaklumin bila sebagian besar ato malah keseluruhan isi postingan aku adalah human error maklum, ingatan aku pada emak yang kebetulan masih serumah dengan ku kini sam
  • 8

    Nov

    Inikah Rasanya Tamparan? : THREE

    Segera dokter itu melihat kondisi mas Heru yang semakin drop dan menyuruh aku menjauh karna dokter itu akan memberikan electric shock untuk mengembalikan denyut jantung mas Heru. Aku menangis melihat situasi yang seperti itu, bener-bener gak sanggup melihat dada mas Heru terguncang saat alat itu digunakan di dada mas Heru. Ketiga kalinya, tetap tidak ada perubahan sinyal EKG tetap datar di monitor, hanya garis lurus. Dan tatapan dokter itu pada ku.. oh no!! jangan berhenti dokter! Coba lagi! Jerit ku histeris suami ku tidak boleh pergi!! Namun dokter itu berkata, kami sudah coba semaksimal yang kami bisa bu, namun Allah yang menentukan semuanya Aku menangis sejadi-jadinya saat masker oksigen perlahan dicabut dari wajah mas Heru dan perlengkapan lainnya juga di copot dari tubuh mas Heru. A
  • 31

    Oct

    Apakah terlambat?

    Sudah 1 jam lebih aku masih duduk diatas sajadah ini menarik nafas dalam berkali-kali seraya tak henti memohon ampun atas semua yang terjadi Ya Allah salahkah aku? Ingatan ku muncul kembali mengenang jauh bertahun-tahun yang lalu, saat aku masih sebagai bocah kecil bernama Bayu. Aku mempunyai seorang adik sepupu yang beda usia kami hanya terpaut 4 tahun. Sejak kecil aku telah mengenal Disti sepupu ku ini seperti layaknya adik-adik sepupu ku yang lain.. Tapi Disti berbeda, bagi ku dia itu cantik sejak dulu aku selalu mengagumi nya. Akupun lebih senang bermain menghabiskan waktu dengan Disti. Beranjak sekolah dasar, lingkungan tempat tinggal kami yang selalu berdekatan membuat hampir setiap hari bertemu. Aku kerap menemaninya kemana saja Disti pergi. Aku bangga walaupun kakak ku sering mele
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post